Tampilkan postingan dengan label Linguistic. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Linguistic. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Mei 2020

Petanda dan Penanda

Dari istilah tersebut, pemilahan yang lengkap sebenarnya tanda, petanda, dan penanda. Pemilahan aspek bahasa atas tanda, petanda, dan penanda dikemukakan oleh de Saussure dengan istilah-istilah signe (tanda), signifie (petanda), dan signifiant (penanda). Verhaar membuat perbandingan peristilahan yang digunakan di Saussure itu dengan peristilahan dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia sebagai berikut.

Gambar 1. Padanan Istilah de Saussure dengan Istilah Inggris dan Indonesia menurut Verhaar 

Jumat, 14 Juni 2019

Langue dan Parole


            Setiap linguis pasti mengenal dan memahami tentang langue dan parole. Bagi mahasiswa pada prodi bahasa setidaknya pernah mendengar tentang kata langue dan parole. Pemilahan aspek bahasa datas langue dan parole dikenalkan pertama oleh Bapak Linguistik Modern, Ferdinand de Saussure pada awal abad ke-20.
Jika ada dua orang yang sedang berbicara, bentuk/fitur/performansi bahasanya pasti berbeda. Setiap individu memiliki fitur, wujud, dan performasi yang khas dari individu tersebut. Oleh karena itu, bahasa memberikan identitas sebagai penciri individu tersebut. Orang lain dapat mengenali seseorang bisa dengan mendengarkan bahasanya, tanpa mengetahui orangnya.
Uniknya, meskipun setiap individu memiliki ciri khas pada wujud bahasanya,  mereka tidak mengalami kesulitan dalam menerima dan memberikan informasi dari/kepada lawan tuturnya. Jika salah satu penuturnya memiliki wujud bahasa yang menympang, seperti ucapan [l] sebagai penyimpangan ucapan [r] karena pelat, komunikasi juga tetap berjalan dengan lancar.

Senin, 20 Mei 2019

Pilahan Dikotomis tentang Bahasa

Bahasa sebagai objek linguistic lazim dikai secara dikotomis. Dalam Kamus Basar Bahasa Indonesia (KBBI), dikotomis diartikan sebagai pembagian atas dua kelompok yang saling bertentangan. Hal tersebut dapat dipahami sebagai bagian bahasa yang saling memiliki karakteristik yang bertentangan. Istilah “bertentangan” tersebut juga belum tentu diatikan sebagai berlawanan karena dikotomis dalam bahasa juga dapat saling komplementer meskipun fungsi sebagai penentang dari lainnya. Mislanya, antara penanda dan petanda.
Penanda memiliki fungsi untuk menandai suatu petanda. Begitupun sebaliknya. Dalam bahasa sederhana, sebuah kata “kuda” digunakan untuk menandai sebuah hewan berkaki empat yang memakan rumput yang dapat berlari sangat kencang. Kata “kuda” adalah penanda dan frase hewan . . . kencang adalah petanda. Dari ilustrasi tersebut dapat dinyatakan bahwa antara penanda dan petanda saling melengkapi meski fungsi bertentangan.

Minggu, 19 Mei 2019

Fungsi Khusus Bahasa


Fungsi Bahasa Menurut Finocchiaro
Salah satu ahli bahasa yang membagi fungsi bahasa adalah Finociaro (1977). Dia mengadakan pembagian fungsi bahasa menjadi lima kelompok. Kelima kelompok itu adalah (1) fungsi personal; (2) fungsi interpersonal; (3) fungsi direktif; (4) fungsi referensial; dan (5) fungsi imajinatif.
Fungsi personal merupakan fungsi bahasa untuk menyatakan diri. Ukurannya adalah apakah yang disampaikan itu berusal dari dirinya atau bukan. Apa yang terdapat pada diri manusia itu secara garis besar dibedakan menjadi dua macam, yakni perasaan dan pikiran. Jadi, jika seseorang menyatakan isi perasaan dan atau pikirannya, maka dia sedang menggunakan bahasa untuk menyatakan diri.
Kita dapat mengambil contoh, seorang pemuda yang ingin menyampaikan rasa cintanya kepada seorang gadis. Untuk itu, dia harus menggunakan bahasa, katakanlah bahasa cinta. Pemuda itu ketika menyatakan cintanya kepada sang gadis menggunakan bahasa untuk menyatakan diri, dan bahasa yang digunakan itu mengemban fungsi personal. Berbagai macam perasaan dan pikiran tentu dapat dinyatakan, seperti perasaan susah, kalut, perasaan senang, marah, dan sebagainya.

Senin, 06 Mei 2019

Grice’s Basic Idea


We are concerned to arrive at an account of meaning, meaning considered as a remarkable feature sentences in particular. But suppose we ask ourselves, what are sentences really? They are types of marks and noises, individual tokens of which are produced by people on particular occasions for a purpose. When something, it is usually for the purpose of communicating. You deliver yourself of an opinion, or express a desire or an intention. And vou mean to produce an effect, to make something come of it.
So one might infer that the real natural ground of meaningful utterance is in what mental state is expressed by the utterance. Of course we have already introduced the word "express" as designating a relation between sentences and propositions, but here the term has a more concrete and literal use: sentence tokens are seen as expressively produced by speakers' beliefs, desires, and other propositional attitudes.
Grice (1957, 1969) took these facts as the basis of his theory of meaning. He believed that sentence meaning is grounded inthe mental, and pro-posed to explicate it ultimately in terms of the psychological states of individual human beings. We can think of this as no less than the reduction of linguistic meaning to psychology.

Minggu, 05 Mei 2019

Bagan Pembidangan Linguistik

Dalam linguistik dikenal beberapa kajian yang menjadi bagian dari keilmuan bahasa (Linguitik). Setiap bagian kajian tersebut memiliki hubungan dengan kajian yang lain dalam sistem kerja linguistic. Pembagian kajian tersebut dijabarkan sebagai berikut.

A. Mikrolinguistik



Mikrolinguitik adalah bidang linguistik yang mempelajari bahasa dari dalamnya dengan perkataan lain, mempelajari struktur bahasa itu sendiri. Mikrolinguistik berkaitan dengan kajian yang porsi keilmuannya berada pada keilmuan linguitik itu sendiri atau hubungan linguistic dengan keilmuan yang lain yang kahiannya lebih banyak pada bagian linguistic.

Rabu, 06 Februari 2019

IHWAL METALINGUISTIK



Berbicara tentang metalinguistik, tentunya kita akan mengaitkan dengan kosakata yang mengarah pada morfem meta- yang melekat pada morfem lainnya. Misalnya, morfem metakognisi, metaanalisis, metadata, metaberrrkas, metafisika, dan lainnya. Arti morfem meta­- dalam KBBI V adalah bentuk terikat kemudian, berubah, perubahan. Arti morfem linguistik dalam KBBI V adalah ilmu tentang bahasa; telaah bahasa secara ilmiah. Dari dua pengertian morf di atas, metalinguistik diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang perubahan-perubahan keilmuan bahasa. Hal tersebut bisa diperjelas bahwa metalinguistik adalah ilmu tentang hubungan linguistik dengan ilmu-ilmu lain yang berkembang di masyarakat.
Jika kita pelajari pada artikel “Ruang Lingkup Linguistik” di blog ini, lingkup kajian metalinguistik cenderung mengarah pada bidang makrolinguistik. Kajian-kajian dalam makrolinguistik tersebut dapat dikatakan sebagai bagian dari metalinguistik. Dengan adanya metalinguistik tersebut, bahasa menjadi sangat dinamis dalam perkembangannya karena disinggungkan dengan ilmu yang lain. Perkembangan keilmuan bahasa yang dikaji secara interdisipliner menjadi berkembang dan dapat berkontribusi pada kajian multidisipliner.

Rabu, 30 Januari 2019

RUANG LINGKUP KAJIAN LINGUISTIK

       Linguistik diartikan sebagai ilmu tentang bahasa bahasa atau singkatnya adalah ilmu bahasa. dalam linguistik terdapat banyak kajian kebahasaan yang memiliki focus dan cakupan sesuai dengan kajiannya sendiri. Kajian-kajian kebahasaan tersebut terangkum semua dalam linguistik. Sesuai dengan nama dalam blog ini, “metalinguistik”, linguistik merupakan ilmu tentang kebahasaan yang memiliki bagian-bagian rumpun studi yang berkaitan dengan kebahasaan. Lebih jelasnya, pembagian kajian dalam linguitik terbagi atas dua rumpun kajian besar, yaitu mikrolinguistik dan makrolinguistik. Secara umum pembagian tersebut tersajikan pada gambar berikut.



Dari gambar di atas, dapat dinyatakan bahwa kajian linguistic terdiri atas 2 rumpun kajian besar, yaitu 1) Mikrolinguistik dan 2) Makrolinguistik. Penjelasan setiap kajian ilmu tersebut dijabarakan sebagai berikut.

Selasa, 29 Januari 2019

IHWAL BAHASA


Kata bahasa sudah terngiang oleh semua orang dalam semua kapasitas, bidang, dan keahliannya masing-masing. Kata bahasa juga muncul dalam setiap pembahasan dalam forum ilmiah dan nonilmiah. Kata bahasa juga digunakan pada beberapa keilmuan sosial, komunikasi, dan eksakta. Jadi, bahasa digunakan semua orang, semua aspek, dan semua keperluan. Lalu, apa arti dari bahasa dan apa pengertian tentang bahasa? terkadang kita berkali-kali menyebutkan kata itu, tetapi tidak tahu apada maksud dan penjelasannya.
Jika membahas tentang pengertian tentang bahasa, banyak sekali ahli yang menyampaikan penjelasan tentang bahasa. Penjelasan tersebut memiliki perbedaan dan persamaan yang dengan sendirinya kita sendiri bisa mengonstruksi pengertian dari bahasa. kurang lebihnya, bahasa merupakan sistem simbol yang diproduksi oral manusia bersifat arbiter dam konvensional pada masyarakat dalam waktu dan tempat tertentu. Dari pengertian tersebut, terdapat beberapa ciri dari bahasa yang dijabarkan sebagai berikut.

1.       Bahasa sebagai sistem simbol
Sistem simbol dimaksudkan sebagai sebuah kesatuan symbol (bunyi atau lambing huruf) dengan formula tertentu. Misalnya, seseorang melafalkan kata [paku], kata tersebut berasal dari empat simbol bunyi dengan formula atau urutan yang khusu. Pada bunyi kata [sapu] terdiri atas bunyi [s], [a], [p], dan [u]. keempat bunyi tersebut tersusun dengan urutan 1) [s]; 2) [a]; 3) [p]; dan 4) [u]. Jika keempat simbol bunyi kata tersebut diubah menjadi 1) [u]; 2) [s]; 3) [a]; dan 4) [p], akan terbentuk bunyi [usap]. Perubahan sistem tersebut akan berpengaruh pada arti dan maksud pengucapannya. Jika keempat simbol bunyi kata tersebut diubah 1 simbol bunyi saja, akan terbentuk perubahan makna juga. Misalnya dari bunyi [sapu] diubah simbol [u] pada akhir bunyi menjadi [i], akan terbentuk bunyi [sapi]. Tentunya perubahan symbol bunyi tersebut juga mengubah makna katanya.